Sabtu, 09 April 2011

Bisnis kue rumahan beromset 2,5 juta perbulan



Add caption
Bisnis rumahan yang dirintis oleh ibu Sakti Togawati bertempat di kelurahan Pandean kecamatan Umbul Harjo Yogyakarta terbilang bisnis yang sangat menguntungkan, bisnis yang  dimulai sejak 11 tahun yang lalu ini sekarang sudah memperoleh omset  jutaan rupiah perbulannya, ketika ditemui dikediamannya ibu yang berusia 35 ini mengatakan andalan dari kue yang dibuatnya adalah dari segi rasa dan harga, rasanya enak dan juga lebih murah. Diantara kue yang diproksusinya adalah kue berjenis kue bolu yang terbuat tepung terigu, telur, ovalet, air, dan membutuhkan alat pemanas untuk mengukusnya, untuk prosesnya cukup mudah semua bahan dicampur jadi satu setelah dicetak satu per satu dan dimasukkan kedalam tempat pengunkus selama kurang lebih 20 menit untuk menjadi matang, tahap terakhir adalah pengepakan, bisnis rumahan kue ini mengemas satu palstik berisi 5 buah kue, setelah kue selesai dikemas kue siap untuk dipasarkan lansung ke pasar-pasar, diantaranya kota-kota disekitar Yogyakarta, Wonosari, Serandaan.
Sekali produksi usaha rumahan ini membuat 3000 kue yang terbagi atas jenis, bolu, putu dan apem, untuk kue yang berjenis bolu ini cuma bisa bertahan selama 3 hari, walaupun dipasaran saat ini kue yang berjenis kering seperti bronis lebih banyak dicari tapi usaha rumahan ini tetap memakai kukus dalam pembuatannya karena terkendala dengan alat untum produksi.     
Usaha yang dimulai sejak tahun 2000 ini adalah membuat kue bolu dengan tiga rasa yang berbeda-beda dan setiap kue mempunyai cita rasa tersendiri, walaupun persaingan di pasar cukup ketat Ibu rumah tangga ini tetap merasa optimis bisa bersaing “rasa yang kita andalkan, sebenarnya ya kalo saya rasa juga termasuk untung-untungan, kepercayaan dari pedagang  yang bisa dipercaya menjadi jalan prsainagan karena kalo sudah mempunyai pelanggan tidak akan takut bersain di pasar” Ujar ibu pengusaha rumahan kue bolu saat ditemui dikediamannya.
Kendala yang dialami usaha rumahan ini adalah harga jual yang tidak bisa naik sedangkan bahan yang dibeli cukup ada kenaikan harga sekitar 80%, “biaya yang kami keluarkan untuk membeli bahan sudah sangat mahal dari semula harga terigu yang masih Rp: 5000,- dan sekarang sudah mencapai Rp: 1.3000,- sampai saat ini kami tidak bisa menaikkan harga, belum lagi membeli kertas untuk membeli pembungkusnya” ujarnya ketika menyampaikan kendala dalam usahanya. Perusahaan rumahan yang mempunyai 7 karyawan ini masih tetap bisa bertahan di pasar karena bisa mengakali dengan penggunaan kertas plastik yang lebih murah dan membugkus kue dengan rapi.
(Nor hidayat)

1 komentar:

  1. ‘PELUANG USAHA MODAL SANGAT KECIL’
    Bagi agan-agan yang ingin membuka usaha
    Tapi bingung ingin membuka usaha apa dan hanya mempunyai modal kecil??
    Tak usah bingung,silahkan buka usaha pembayaran online
    “ppob /online nasional”
    Satu deposit bisa melakukan transaksi berikut:
    Seperti Pembayaran listrik,tiket pesawat, tiket KAI ,pln,pdam, telepon, speedy, kartu kredit, tv kabel, pulsa, kredit multifinance,voucher game, dll secara mudah, murah, namun tetap dengan dukungan teknologi yang handal dan sistem bisnis yang fleksibel dan menguntungkan.
    Hanya bermodal ‘Rp.100.000,’
    info lengkap Kunjungi : www.fastpay-nasional.com
    Hp:081335640101

    BalasHapus