Sabtu, 12 Maret 2011

Makalah sains dan teknologi


MAKALAH
TENTANG
AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER PENGGERAK  ILMU 
PENGETAHUAN
SAINS DAN TEKNOLOGI

                                      Disusun oleh  : Nor Hidayat
                                Nim                : 09003195
                                Kelas             : C
                                Prodi              : PBSI
                                Semester       : II

Universitas Ahmad Dahlan
Tahun Ajaran 2010/2011
                               
Kata Pengantar
Dengan mengucapakan puji syukur kehadirat Allah maka tugas perkuliahan ini akan selesai. Oleh sebab itu, makalah sederhana yang saya buat berisi tentang masalah Al-Quran sebagai ilmu pengetahuan sains dan teknologi penggerak awal penelitihan dan pembangunan. Saya membuat makalah ini agar lebih mendalam mengenali tentang ilmu pengetajhuan teknologi bersumber dari Al-Qur’an.
Makalah yang saya buat mungkin banyak kekeliruan dalampenulisan, serta bahasa yang dipergunakan dalam penulisan. Dimakalah ini akan diketahui terdapat dua simpul dalam hubungan Al-Qur’an dan teknologi hubungan sunatullah dengan pendekatan simpul hulu dan pendekatan simpul hilir, oleh karena itulah penjelasan yang detail akan menjelaskan makna dan isi kandungan Al-Qur’an mengenai sains dan teknologi. serta pembuktian kebenaran isi ilmu pengetahuan teknologi yang terdapat didalam Al-Qur’an   



                                                                                                                                                                                                 
                                                                                                                                                                 2

Daftar isi:

Halaman Judul        …………………………………………………………………..1
Kata Pengantar        …………………………………………………………………2
Daftar Isi        …………………………………………………………………………3
Bab I Pendahuluan …………………………………………………………………..4
1.1   latar Balakang   …………………………………………………………………4
1.2   Dua Simpul Sunatullah dalam Ilmu Teknologi      …………………………….5
1.3   Teknologi Yang dilahirkan Oleh Sunnah   …………………………………….5
Bab II Permasalahan          ………………………………………………………….6
Bab III Pembahasan           ………………………………………………………….7
3.1 Hubungan ayat Al-Qur’an dengan Iptek      ……………………………………7
3.2 Pembagian Simpul Iptek         ………………………………………………….8
3.3 Manfaat Iptek Yang Di lahirkan Oleh Sunnah        …………………………….9
Kesimpulan              …………………………………………………………………10
Saran             ………………………………………………………………………...10
Daftar Pustaka         ………………………………………………………………....11



3



BAB 1
PENDAHULU

1.1.        Latar Belakang

Al-Qur’an adalah petunjuk suci untuk umat islam dalam semua aspek kehidupan dunia dan akhirat. Sebagai wahyu Ilahi, Al-Qur’an berisi sunatullah dalam bentuk kode. Yang dimaksudkan dengan sunatullah adalah hokum Allah tentang alam, tentang semua mahlukNya. Sunatullah yang sudah diketahui manusia disebut kaidah ilmiah atau hokum-hukum ilmu pengetahuan yang merupakan temuan ilmiah dari manusia.

Kedalaman dan ruan lingkup yang begitu luas dan sunatullah harus menghadapi keterbatasan dari bahasa manusia, yaitu bahasa arab. Oleh karena itu sunatullah dalam ayat-ayat Al-Qur’an harus dinyatakan dalam bentuk yang sangat padat, terkonsentrasi, kental, dan yang p[aling penting adalah dinyatakan dalam bentuk yang tersamar dan terselubung dalam bentuk kode yang hanya bisa ditangkap dengan isyaratnya. Tugas pembaca Al-Qur’an adalah memecah kode untuk menyingkap misteri yang terkandung dalam suatu ayat, untuk memeras saripati dari terjemahan artinya, maupun dari tafsir dan taqwilnya.
           
  

4

1.2      Dua Simpul Dalam Hubungan antara Sunatullah dan Ilmu Teknologi

Situasinya sekarang bertambah jelas. Terdapat dua simpul dalam hubungan antara sunatullah dan temuan ilmu pengetahuan dan teknologi (scientific findings) pada simpul (hulu) terdapat sunatullah yang terkode, tersamar dalam ayat Al-Qur’an. Sedangkan pada simpul (hilir) terdapat temuan iptek dalam satu atau lebih disiplin iptek.

1.3      Teknologi Yang dilahirkan Oleh Sunnah
“Mulailah perbuasa setelah merukyat hilal dan beridul fitrilah setelah merukyatny; jika langit tertutup awan lakukan pengkadaran.” (HR Bukhari Muslim)
Diihlami dari hadis tersebut, dan di motifasi oleh pembedaan dan kontroversi penentuan awal dan akhir bulan Ramadhan, maka ICMI Orsat kawasan Puspitek dan sekitarnya bekerja sama dengan Orsat Pasar Jumat dan sekitarnya menemukan teleskop rakyat, dengan sponsor sponsor dari Departemen Agama RI. System ini menggunakan teknologi muthahir(state of the art) dari teleskop, filter subtraks, pengolahan citra, perekam video, computer, dan telekomunikasi.



5


BAB II
PERMASALAHAN

1.    Bagaimana cara memahami secara baik simpul-simpul yang ada dalam Al-Qur’an.
2.    Apakah sains dan teknologi bersumber dari Al-Qur’an.
3.    Bagaimana cara menginterpretasikan teknologi dengan Al-Qur’an.


6.


BAB III
     PEMBAHASAN

3.1       HUBUNGAN AYAT AL-QUR’AN DENGAN IPTEK
Hubungan majmuk antara satu ayat dengan beberapa pernyataan ilmiah diibaratkan sebagai satu mata air yang mengalir beberapa batang sungai, yang pada gilirannya, setiap batang sungai tersebut dapat mengalir kebebrapa cabang sungai. Sedangkan ilmu Allah adalah sebagai samudera yang maha luas tempat semua air bermuara. Pada aliran sungai ilmu pengetahuan inik, tanda-tanda tempatnya adalah temuan-temuan iptek dalam bentuk data ahukum dan pemahaman lainnyabebrapa sungai ilmu pengetahuan mungkin saja bertemu atau mengalir bersama menghasilkan banyak temuan ilmiah. Iniklah potongan dua atau lebih disiplin ilmu yang berbeda . sungai-sungai kimia dan fisika bertemu menyatu dalam anak sungai fisika kimai dan kimai fisika.

Yang langsung jelas terlihat kepada kita adalah simpul-simpul tersebut baik berupa simpul hulu (Ayat Al-Qur’an)maupun simpul hilir yaitu temuan Iptek. Selanjutnya juga yang sangat jelas diketahui adalah aliran-alirang sungai ilmu pengetahuan. Permasalahannya sekarang terletak pada proses untuk menghubungkan  antara ayat Al-Qur’an dengan pernyataan ilmiah

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-oarang yang berakal.”(QS 31:190) Arti kata ”bumi” sudah jelas, yaitu nama planet tempat umat manusia tinggal. Bumu hanyalah satu karena al ardh di sini menunjukkan bentukan tunggal. Dari satu objek ini , terbitlah banyak cabang ilmu, yaitu ilmu kebumian, diantaranya adalah geografi, geologi, geodesi, dan geofisika. Berdasarkan ilmu-ilmu pengetahuan tersebut, dikembangkan teknologi untukmemanfaatkan seoptimal mungkin semua yang ada dipermukaan dan perut bumi ini, diantaranya adalah pertambangan, pertanian, dan metalurgi.
                                                                                                                                                          7

3.2       PEMBAGIAN SIMPUL IPTEK
PENDEKATAN KE HULU

Banyak ilmuan yang senang sekali memulai dari temuan iptek yang telah meraka akrabi. Mereka kemudian bergerak ke hulu, yaitu dengan mencari ayat Al-Qur’an yang dapat mendulung, membenarkan, dan menkkonfirmasikan temuan –temuan iptek tersebu. Tergantung dari jenis ayatnya kita dapat memperoleh beberapa kemungkinan dalam pendekatan ke hulu ini. Bila ayatnya mengandung makna yang jelas, langsung maka satu temuan iptek dapat dicari relevansinya dengan satu aya. Jadi dalamhal initerdapat korespondensi satu-satu temuan iptek vs ayat Al-Qur’an. namun untuk ayat yang kata-katanya mengandung banyak arti, atau maknanya tersama, maka beberapa temuan iptek, mungkin pada temuan iptek, mungkin pada disiplin iptek yang lainan.sumuanya menuju satu hulu yang sama, yaitu satu ayat Al-Qur’an

PENDEKATAN KE HILIR
Pendekatan lain dari perjalanan menghubungkan temuan iptek dengan ayat Al-Qur’an adalah pendekatan ke hilir. Mulai dari ayat Al-Qur’an, perjalanan dilakukan dengan menyusuri satu atau beberapa sungai iptek yang kemudian diharapkan bermuara menuju satu beberapa temuan iptek. Temuan iptek yang dimaksud dapat saja berupa temuan yang sudah diperoleh sebelumnya. Dalam hal ini pendekatan ke hilirtidak menambah apapun terhadap pembendaraan iptek manusia. Namun, bisa juga temuan iptek yang memancar dari suatu ayat itu ternyata belum ditemukan sebelumnya. Dalam hal ini maka suatu upaya penelitihan dan pengembangan perlu dilakukan untuk memperoleh temuan yang dimaksud. Ayat-ayat yang mengandung banyak makna dapat menerbitkan inspirasi untuk berbagai topic penelitihan dan pengembangan pakah pada satu ayat atau beberapa disiplin iptek, dalam hal ini Al-Qur’an menunjukkan kemu’zijatannya sebagai pembangkit dan penggerak awal unuk penelitihan dan penggembangan dalam upaya menambah pembendaraan iptek manusia.


                                                                                                                                                         8

KESAN PRODUKTIF PADA PENDEKATAN KE HULU
Kesan pertama yang mungkin terbit adalah pendekatan ke hulu hanyalah berupa konfirmasi Al-Qur’an terhadap temuan iptek yang sudah ada dengan tujuan meningkatkan iman dan menambah pemahaman kita tentang ayat. Dipihak lain, pendekatan kehilir terlihat produktif karena mungkin menentukan umat islam menuju penemuan iptek bar. Kesan ini tidak sepenuhnya benar. Pertama, dalam prakteknya tidak ada pendekatan yang hanya berlansung satu arah. Pendekatan itu dalam kenyataannya berlangsung bolak-balik antara hulu dan hilir untuk mencapai pengertian yang lebih baik  tentang relevansi antara ayat Al-Qur’an dengan temuan-temuan iptek. Kedua, arah ke hulu menuju ayat dapat digunakan juga sebagai lintasan umpan balik untuk meraih konfirmasi Al-Qur’an terhadap suatu temuan iptek, bisa muncul pemikira atau gagasan dan ilham untuk menyempurnakan temuan iptek, yang sebagaimana kita ketahui bersifat sementara dan harus selalu siap setiap saat untuk digugurkan dan diganti oleh temuan lain. Upaya mendekati ayat mengihlami riset lebih lanjut, yang tidak harus selalu berupa riset yang rumit dan mahal. Riset lanjutan ini pada gilirannya akan produktif untuk memperkaya pembendaraan iptek yang bersangkuatan
3.3.      MANFAAT TEKNOLOGI YANG DI LAHIRKAN OLEH SUNNAH
“Mulailah perbuasa setelah merukyat hilal dan beridul fitrilah setelah merukyatny; jika langit tertutup awan lakukan pengkadaran.” (HR Bukhari Muslim)
Diihlami dari hadis tersebut, dan di motifasi oleh pembedaan dan kontroversi penentuan awal dan akhir bulan Ramadhan, maka ICMI Orsat kawasan Puspitek dan sekitarnya bekerja sama dengan Orsat Pasar Jumat dan sekitarnya menemukan teleskop rakyat, dengan sponsor sponsor dari Departemen Agama RI. System ini menggunakan teknologi muthahir(state of the art) dari teleskop, filter subtraks, pengolahan citra, perekam video, computer, dan telekomunikasi. Dengan menggunakan temuan ini, maka pelaksanaan rukyatul hilal dapat dipermudah, dan citranya dapat direkam, konferensi jarak jauh (telescope conference) serta dipancarluaskan dalam siaran lansung televise melalui satelit komunikasi.     
                                                                                                                                                9

KESIMPULAN

Al-Qur’an aslah lautan ilmu ALLAH SWT. Ayat-ayat dapat diibaratkan mata air dan sumber yang mengalirkan sungai-sungai ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mencapai temuan-temuan. (pendekatan hulu) berangkat dari temuan iptek, menuju ayat-ayat Al-Qur’an bertujuan menemukan ayat-ayat yang mungkin menjadi sumber utama temuan tersebut. Konfirmasi Al-Qur’an diharapkan dapat disimpulkan secara sementara terhadap temuan-temuan iptek tersebut. P[endekatan ini bisa produktif jika ilmuan dapat mengambil ketentuan dan terihlami oleh Al-Qur’an untuk memperkaya dan menyempurnakan temuan-temuan iptek mereka.
Dari satu ayat memancar banyak sekali inspirasi untuk permasalan ilmiah, antisipasi jawaban dan penjelasan suatu masalah. Sedangkan pendekatan ke hilir ini harus ditindaklanjuti oleh upaya yang tak kenal lelah untuk penelitian pengembangan maupun pengkajian untuk meraih penemuan iptek yang baru. Dalam kapasitas ini, Al-Qur’an menunjukkan mu’zijatnya sebagai penggerak awal untuk kegiatan penelitian dan pengembangan bagi ilmuan muslim. 


SARAN

Berdasarkan hasil makalah yang saya buat ini, penulis sampaikan saran sebagai berikut:

1. Manusia diciptakan untuk berfikir akan kebesaran Tuhan
2. Dalam pengetahuan ilmu iptek harus dibarengi dengan iman dan taqwa
3. Kita harus memahami makna Al-qur’an jika ingin menemukan iptek baru.
4. Ambillah inspirasi dari Al-Qur’an untuk penelitian dibidang ilmu teknologi.





                                                                                                                             10
DAFTAR PUSTAKA




  • 1.    Seyyed Hoessein Nasr. 1986. Science and civilization in islam., terjemahan oleh Mahyudin. Pustaka. Bandung.
  • 2.    Gerald M.Weinberg. 1975. An Introduction to General system Thinking.Wiley Series on System Engigineering. New York
  • 3.    Alisjahbana, S. Takdir. 1986. Antropologi Baru. Dian Rakyat. Jakarta
  • 4.     Bucaille, Maurice. 1978. Bible, Qur’an dan Sains Modern. Bulan Bintang. Jakarta.















     

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar